Blue Rim Ikan Cupang Termahal

 


ikan cupang termahal.
ikan Cupang adalah,  ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Vietnam, dan Indonesia. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli, salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

Ikan cupang adalah, salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama, sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit, dan tanpa adanya alat sirkulasi udara, ikan ini masih dapat bertahan hidup.

Blue Rim
Jenis ikan yang satu ini memiliki warna putih solid, dengan bagian pinggirnya yang justru berwarna biru. Memiliki tampilan warna yang unik, menjadikan ikan cupang ini banyak diminati. Namun patut untuk Anda ketahui, bahwa jenis ikan cupang yang satu ini juga sulit untuk dibudidayakan. Hal inilah yang kemudian menjadikan ikan cupang dengan jenis blue rim ini, memiliki harga yang lumayan tinggi.
Dari jumlah ratusan telur ikan cupang tersebut, umumnya hanya terdapat 5 hingga 10 jenis ikan cupang saja, yang hadir dengan jenis blue rim yang berkualitas. Tidak heran jika kemudian harga yang ditawarkan untuk jenis ikan cupang tersebut, bernilai hingga jutaan rupiah. Hal tersebut juga bergantung pada kualitas ikan yang dimilikinya.
sementara ini dipasaran, ikan cupang Blue RIM termasuk cupang termahal, Jika dibandingkan dengan jenis ikan cupang lainnya. cupang blue rim memang tergolong mahal, karena ikan ini memiliki keunikannya sendiri, yaitu, warna dan bentuknya yang indah.

Blue Rim ini adalah, salah satu yang paling banyak diburu oleh penggemar cupang, selain blue rim, jenis lainnya yang di buru pecinta cupang yaitu avatar, dan harga blue rim yang tertinggi yaitu 60 juta rupiah. 

cek videonya disini

Sejarah Catur Desa Danau Tamblingan

 


Danau Tamblingan adalah, sebuah danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Danau ini merupakan satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar. Di sebelah timur berturut-turut terdapat Danau Buyan dan Danau Beratan. Diapit oleh hutan di sekelilingnya, serta  letaknya di dataran tinggi membuat lingkungan danau ini berhawa sejuk.

Sebagai salah satu objek wisata alam, Danau Tamblingan tidak dikembangkan ke arah pariwisata moderen, demi menjaga kelestarian alam dan lingkungannya. Yang menjadi daya tarik utama tempat ini bukan hanya pesona alamnya, tapi karena banyaknya pura, yang menyimpan sejarah dan perkembangan peradaban dan kebudayaan Bali. khususnya menyangkut pembentukan dan perkembangan Desa Tamblingan.
Diceritakan pada abad 10Masehi sampai 14Masehi, lingkungan Danau Tamblingan adalah, pemukiman dan pusatnya berada di Gunung Lesung, sebelah selatan danau. Karena suatu alasan, penduduknya kemudian berpindah ke empat daerah berbeda, yang jaraknya masih berdekatan dengan areal danau. Keempat desa itu kemudian disebut Catur Desa, yang berarti empat desa.yakni, Desa Munduk, desa Gobleg, desa Gesing, dan desa Umejero. Keempat desa ini, memiliki ikatan spiritual dan memiliki tanggung jawab dan kewajiban, untuk menjaga kesucian danau dan Pura yang ada di sekitarnya.

Nama Tamblingan berasal dari dua kata dalam Bahasa Bali, yaitu, Tamba berarti "obat", dan Elingang berarti "ingat" atau kemampuan spiritual. Diceritakan dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul bahw,a masyarakat di wilayah itu konon pernah terkena wabah epidemi. Sebagai jalan keluar seseorang yang disucikan kemudian turun ke danau kecil, di bawah desa untuk mengambil air untuk obat. Berkat doa dan kemampuan spiritual dia ,air itu kemudian dijadikan obat dan mampu menyembuhkan masyarakat desa. Kata Tamba dan Elingang inilah lama kelamaan menjadi Tamblingan.

Oleh karena peradaban ini di kawasan Danau Tamblingan banyak terdapat pura, Pura-pura itu di antaranya:
   1.Pura Dalem Tamblingan
   2.Pura Endek
   3.Pura Ulun Danu dan Sang Hyang Kangin
   4.Pura Sang Hyang Kawuh
   5.Pura Gubug
   6.Pura Tirta Mengening
   7.Pura Naga Loka
   8.Pura Pengukiran, Pengukusan
   9.Pura Embang
   10.Pura Tukang Timbang
   11.Pura Batulepang , dan masih banyak lagi

Perlu dicatat, Pura Embang dan Pura Tukang Timbang adalah, sebuah kawasan Pura kecil yang dibangun dari batu " bebaturan ". Diperkirakan pura ini adalah , peninggalan masyarakat pra Hindu yang sebelum abad 10Masehi telah bermukim di kawasan ini. 

cek videonya disini

Fakta Cecak tembok

 


Cecak tembok.
Cecak tembok adalah,  sejenis reptil yang termasuk suku cecak (Gekkonidae). Tidak ada nama khusus yang dikenal dalam bahasa daerah, kecuali nama umum seperti cakcak (bahasa Sunda), cicek (Betawi), cecek (Jawa) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut flat-tailed house-gecko, seperti tercermin dari nama ilmiahnya.

Cecak rumah yang berukuran sedang, Panjang total hingga 135 mm,  sekitar separuhnya adalah ekor.  Ciri yang khas adalah adanya jumbai kulit sempit di sepanjang sisi tubuh, di tepi belakang tangan dan kaki, serta di sisi ekor,  yang membedakannya dari jenis-jenis cecak yang lain. Jumbai di ekor berupa tonjolan lunak serupa duri berderet-deret hingga ke ujung. Jari-jari dengan pelebaran kulit serupa selaput yang tampak jelas.
Sisi dorsal (punggung) tanpa bintil-bintil sisik yang membesar, berwarna abu-abu keputihan (apabila sedang berada di tembok), atau dengan pola-pola gelap,  serupa batik atau bunga kehitaman simetris di atas punggungnya (apabila di atas kayu atau di pohon).  Sebuah garis kehitaman tipis berjalan mulai dari depan mata, melewati timpanum, bahu, sisi perut (berbentuk serupa renda) hingga ke pinggul. Ventral (sisi perut) keputihan atau kuning. Ekor memipih lebar, meruncing di ujung.

Cecak kerap ditemui di rumah dan bangunan lainnya. Di dinding, tembok, langit-langit, terutama dekat lampu. Aktif di siang dan malam hari, cecak ini memangsa berbagai jenis serangga kecil yang tersesat ke lampu. Cecak tembok dapat ditemui baik di dalam atau luar rumah, tidak seperti cecak kayu.

Di tembok, cecak ini sering pula bercampur dengan cecak kayu (Hemidactylus frenatus), walaupun jarang akur. Tampaknya, jenis ini lebih mampu beradaptasi dengan dinding tembok. Cecak ini bersuara cek, cek, cek ,  lebih lembut dibandingkan bunyi cak..cak..cak.. keras yang dihasilkan cecak kayu.

Cecak tembok menyebar luas, mulai dari Nepal dan Bhutan, India utara (Darjeeling, Sikkim), India timur, termasuk Andaman dan Nikobar, Sri Lanka, lewat Myanmar, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya sampai ke Sumatra, Borneo dan Jawa, ke timur sampai Filipina, Tiongkok Di introduksi ke Florida, Amerika Serikat.

Cicak seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hewan ini bisa kita jumpai di dalam rumah maupun luar rumah. Dalam islam membunuh cicak merupakan sunnah karena binatang ini termasuk fasik atau pengganggu.

cek videonya disini

Bedugul itu Tempat Apa Dimana Letaknya ??

 


Bedugul adalah, sebuah kawasan wisata dengan danau dan gunung di Bali, Indonesia. letaknya di bagian tengah pulau bali, di dekat Danau Bratan, antara Denpasar dan Singaraja. Daerah ini mencakup desa Bedugul sendiri, Candikuning, Pancasari, Pacung dan Wanagiri.
Bedugul terletak di Kabupaten Tabanan, 48 kilometer di sebelah utara kota Denpasar , atau 20 kilometer  sebelah selatan Singaraja. Di daerah ini terdapat tiga danau kawah, yaitu, Danau Bratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan. Tempat wisata utama di Bedugul adalah Pura Ulun Danu Bratan dan Kebun Raya Bali.
secara spesifikasi, 3 tempat ini yang paling terkenal di bedugul.


1.danau beratan.
Danau Bratan adalah, sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau bratan ini,  yang terletak paling timur dari dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan,  yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar. sedangkan Danau Bratan paling timur dan terbilang cukup istimewa.
Danau Bratan Berada di jalur jalan provinsi yang menghubungkan Denpasar-Singaraja, serta letaknya yang dekat dengan Kebun Raya Eka Karya, menjadikan tempat ini menjadi salah satu andalan wisata pulau Bali. Disamping mudah dijangkau Danau Bratan juga menyediakan beragam pesona dan akomodasi yang memadai, serta Di tengah danau terdapat sebuah pura.


2.pura ulun danu.
Candi ini sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan kepada dewi, yaitu, Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai. Pura ini berjarak sekitar 70 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai ,dan kurang lebih 50 km dari pusat kota Denpasar. Pendiri Pura tersebut diduga adalah I Gusti Agung Putu. Didirikan pada tahun saka 1556 atau 1634 Masehi,  dan dipelihara oleh empat “satakan” dari desa-desa di sekitar area Pura ini, yang terdiri dari, satakan Candi Kuning mewilayahi 5 bendesa adat, satakan Bangah mewilayahi 3 bendesa adat, satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat, dan satakan Baturiti mewilayahi 6 bendesa adat.


3.Kebun Raya Bali.
Kebun Raya Bali digagas oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo, Direktur Lembaga Pusat Penyelidikan Alam yang merangkap sebagai Kepala Kebun Raya Indonesia, dan I Made Taman, Kepala Lembaga Pelestarian dan Pengawetan Alam.  kedua orang ini berkeinginan untuk mendirikan cabang Kebun Raya di luar Jawa, dalam hal ini Bali. Pendekatan kepada Pemda Bali dimulai tahun 1955. akhirnya pada tahun 1958, pejabat yang berwenang di Bali secara resmi, menawarkan kepada Lembaga Pusat Penyelidikan Alam untuk mendirikan Kebun Raya di Bali. Kebun Raya Bali dibuka pada tahun 1959, dan Kebun raya ini memiliki luas 1.575 hektar, menjadi salah satu kebun raya terbesar di Indonesia.

 cek videonya disini