FAKTA UNIK PLATYPUS



Platipus atau bernama latin Ornithorhynchus anatinus adalah hewan semi-akuatik yang banyak ditemui di bagian timur benua Australia. Walaupun platipus bertelur, tetapi mereka tergolong ke dalam kelas mamalia, karena menyusui anaknya. Meski terlihat unik dan menggemaskan, faktanya platipus ternyata merupakan hewan beracun. berikut adalah fakta unik platipus.


1, Paruh platipus adalah indra keenam.
Paruh platipus mempunyai kemampuan elektroreseptor dan mekanoreseptor, alias pendeteksi aliran listrik dan pendeteksi gerakan. Karena itu, platipus tetap dapat mendeteksi gerakan di dasar sungai berlumpur. 


2, Mamalia yang bertelur.
Meski bertelur, platipus tergolong mamalia, karena menyusui anaknya. Istilah mamalia berasal dari bahasa latin mamma, yang berarti payudara. Namun tidak melalui payudara, platipus menyusui anaknya melalui perutnya. Jantan Platipus tidak berperan dalam membesarkan keturunan setelah kawin. Betina melahirkan telur selama dua hingga empat minggu diikuti oleh minggu inkubasi lagi.
Begitu mereka menetas, anak langsung menghisap susu khusus selama beberapa bulan sebelum mereka menjadi mandiri.


3, Platipus hewan yang beracun.
Platipus memiliki taji yang beracun. Platipus jantan mengeluarkan racun melalui taji pergelangan kaki, sementara betina tidak berbisa. Racunnya terdiri dari protein mirip defensin. Racunnya bisa sangat melukai namun tidak membunuh manusia, meski bisa mematikan bagi hewan yang lebih kecil.


4, Platipus tidak mempunyai gigi dan lambung.
Platipus tidak mempunyai gigi, dan mereka tidak memiliki kantung enzim pencernaan atau asam untuk memecahnya. mereka makan dengan cara menelan makanannya bersamaan dengan batu-batu kecil. Mereka muncul ke permukaan untuk mencari udara dan mulai mengunyah dengan menggiling kerikil dan mangsanya bersama-sama. Jenis makanan platypus, yakni cacing, udang, dan hewan kecil yang hidup di dasar sungai.


5, Platipus sempat dikira bukan hewan sungguhan.
Platipus memiliki bentuk tubuh seperti gabungan dari bebek dan berang-berang. Bahkan George Shaw, naturalis abad 19 yang pertama menemukan platipus mengakui, platipus secara natural mirip seperti hewan buatan, karena Secara fisik, penampilan platipus tergolong unik, seperti paruh dan kaki bebek, namun tubuh, ekor, dan bulu berbentuk berang-berang.